Syarat Warna dan Model Hijab Syar’i yang Anda Perlu Tahu

Hijab berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, jadi hijab adalah sesuatu benda yang menutupi sesuatu. Ini beda dengan kafaro yang artinya menutupi juga, tetapi dari kebenaran. Jadi orang kafir artinya orang yang hatinya tertutup dari kebenaran. Hijab mirip tirai artinya menutup untuk melindungi. Kafir artinya menutup karena tidak mau melihat kebenaran dan terlalu kaku dengan pendapatnya sendiri.

Hijab memiliki makna lebih tepat daripada jilbab dalam hal menutup aurat, merujuk pada tuntunan berpakaian sesuai syariat agama Islam. Sementara kerudung dan jilbab mengacu pada penutup kepala sebagai pelengkap hijab. Berikut ini adalah beberapa tuntunan atau syarat model dan warna hijab syar’i yang perlu anda tahu.

#1 Menutup seluruh tubuh kecuali pada yang bukan mahram

“Katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…” (QS. An Nuur: 31)

Berdasarkan ayat tentang menutup aurat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa syarat model dan warna hijab syar’i yang pertama adalah menutup tubuh.  Bagian yang dapat ditampakkan adalah muka dan telapak tangan.

#2 Tidak Menggunakan Warna dan Model yang Mencolok dan Berlebihan

Hijab digunakan untuk menutup aurat sebagai fungsi utama, sedangkan perhiasan adalah sekadar tambahan atau estetikanya. Berpakaian hijab karena sesuai dengan perintah berhijab dalam Al Qur’an. Seruan yang menjadikannya wajib bagi setiap muslimah yang sudah baligh. Tentun ada manfaat dan hikmah dibalik perintah tersebut.

Sebaiknya jauhi warna dan model yang terlalu mencolok atau motif yang menarik perhatian. Juga perhatikan adat atau pun kebiasaan pada suatu masyarakat tertentu. Ada suatu masyarakat yang menilai berlebihan dan bahkan melarang  untuk memakai warna dan model tertentu, sementara pada masyarakat yang lain hal ini boleh-boleh saja dikenakan.  Sebaiknya kita mengenal juga macam-macam nama hijab dalam tiap wilayah.

Pilihlah warna dan model hijab yang sesuai dengan umur dan warna kulit. Perhatikan juga untuk acara atau kegiatan apakah pakaian yang akan kita kenakan tersebut. Sehingga warna dan model pakaian yang kita kenakan tersebut tidak terkesan norak dan berlebihan, yang justru akan merusak citra hijab syar’i yang kita kenakan dan tidak tercapai dampak positif menggunakan hijab.

#3 Pilih Kain yang Tebal dan Tidak Tipis

Pilihlah hijab dari bahan yang cukup tebal sehingga menghindari lekuk liku tubuh. Hindari bahan yang tipis itu karena cenderung transparan dan mudah menerawangkan bentuk lekuk tubuh. Atau bisa anda Bisa pula disesuaikan dengan daerah dimana kita tinggal, misalkan untuk wilayah yang cenderung dingin, amda bisa pilih bahan yang cukup tebal dan hangat, namun tetap nyaman dan praktis untuk dipakai. Untuk wilayah yang agak panas, pilih bahan yang tidak terlalu tebal, tapi juga tidak tipis namun adem. Yang paling penting adalah bahwa bahan tersebut nyaman dan praktis untuk digunakan sehingga tidak menghalangi dan mengganggu aktifitas dan kegiatan sehari-hari kita.

Ada beberapa pilihan jenis bahan hijab yang dikenal adem, nyaman dan tidak tipis, seperti bahan katun, diamond, satin, bubble pop, sifon, ceruti, dan lain sebagainya.

#4 Harus Tidak Ketat dan Longgar

Selain kain yang cenderung tebal, maka busana yang sesuai dengan tuntunan agama harus longgar alias tidak ketat, sehingga tidak menerawangkan bentuk tubuh seorang perempuan muslim.

#5 Tidak Diberi Wewangian atau Parfum

Ketika seorang perempuan berhijab dan keluar rumah, seyogyanya tidak memakai parfum yang menyengat wanginya, sehingga menarik kumbang-kumbang para lelaki. Kalau hanya untuk menghilangkan bau badan ataupun bau keringat  dibolehkan selama tidak berlebihan.

#6 Tidak Berhijab untuk Mencari Popularitas

Sebaiknya anda tidak berpakaian dengan tujuan untuk mencari popularitas di tengah-tengah orang banyak. Artinya orang yang dengan sengaja atau punya keinginan untuk meraih popularitas dan mencari perhatian. Baik dari harga pakaian tersebut yang sangat mahal, maupun seseorang yang sengaja ingin menampakkan perhiasan atau pun kemewahan duniawi yang dimilikinya untuk sebuah kebanggaan.

Namun bukan berarti seorang muslim itu dilarang memakai pakaian yang mahal, bagus, maupun mewah. Akan tetapi semuanya kembali kepada tujuan memakainya. Tujuan berpakaian pada dasarnya adalah untuk menutup aurat dan dalam rangka untuk beribadah. Karena pada dasarnya Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri  suka jika hambanya menampakkan kenikmatan yang telah Allah berikan padanya.

Syarat Warna dan Model Hijab Syar’i yang Anda Perlu Tahu

Busana Muslim

Related Search

    Tags: #busana muslim #Hijab #islam #jilbab #kerudung #model hijab #muslimah #tuntunan hijab #warna hijab

    author
    Author: 
    Gaya Berbusana Selebriti Hijab Laudya Cynthia Bella
    Cantik. Berbakat. Honor Tinggi. Itulah tiga kata tentang Laudya Cynthia Bella, seorang pekerja
    Gaya Berbusana Selebriti Hijab Zaskia Sungkar
    Muda. Bertalenta. Hijab. Itulah tiga kata tentang Zaskia Sungkar, perempuan cantik kelahiran 22
    Gaya Fashion Hijab Selebriti Zaskia Adya Mecca
    Seleb hijab dan bintang film cantik Zaskia Adya Mecca sudah terkenal selama hampir
    Aneka Ragam Hijab dan Kelebihannya
    Warga Indonesia pantas bersyukur karena semakin bergairahnya kehidupan beragama, khususnya Islam, di tanah

    Leave a reply "Syarat Warna dan Model Hijab Syar’i yang Anda Perlu Tahu"